Merti Jiwo

Merti Jiwo berarti bersih diri mengembalikan pada fitrah nurani. Tlatah Bocah memaknainya untuk pembukaan Festival dengan ritual untuk menyatukan persepsi para penggiatnya. Agenda yang dilakukan berupa karawitan untuk kontemplasi dilanjutkan doa antar iman diteruskan perjalanan hening menuju sebuah situs di Merapi untuk olah gerak (tari) mengeksplorasi alam untuk memahami kehidupan diri masing-masing.

Merti Jiwo dilaksanakan di Gligir Pasang, sebuah dusun di ketinggian 1118 meter diatas permukaan laut yang terpisah dari dusun lain dan hanya ditinggali oleh 10 Keluarga (32 jiwa). Lokasi Merti Jiwo selalu di dusun paling atas di Merapi dimana identik dengan keheningan dibandingkan dusun-dusun dibawahnya. Pada tahun 2010 laku ini dilaksanakan di dusun Stabelan (Kabupaten Boyolali), 2009 di dusun Ngandong (Kabupaten Magelang).

Pelaksana            : Panitia Tlatah Bocah VI
Peserta                 : Simpatisan terbatas (pendaftaran)
Publik                   : Masyarakat dusun setempat (gratis)
Hari – Tanggal  : Sabtu, 9 Juni – Minggu, 10 Juni 2012
Lokasi                   : Dusun Gligir Pasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang,                                  Kabupaten Klaten


[ Koordinat : 7°34'6.05"S 110°28'44.01"E ] … [ Ketinggian (dpl) : 1118 m ]
perbesar denah MERTI JIWO

RUTE DARI … :
(berkendaraan sendiri, roda dua / empat)
[ Jogja ] … [ Klaten ] … [ Solo / Surakarta / Jawa Timur ] … [ Boyolali ]
[ Salatiga / Ambarawa / Semarang ] … [ Muntilan / Magelang ]

AGENDA TERKAIT :
[ Latar Belakang ] … [ Laku Lampah ] … [ Srawung Gunung ]
[ Lokakarya Seni ] … [ Hajat Seni ] … [ Larung Sukerta ]