BEASISWA MERAPI

JAMASAN BANGUN BUDAYA

AGENDA:

JUMAT, 11 MEI 2012

00.00 – 01.00
Pengambilan Air dari 7 Mata Air
(Dua Mata Air dari Padhepokan Tjipta Boedaja Tutup Ngisor,
Nglempong, Njagang Diwak, Kali Wedok Lor, Kali Wedok Kulon, dan Kali Lanang)
Read more »

Wayang Bocah dlm Festival TB 5

Bolo Dhewe

Hajat Seni 2011

GALANG SOLIDARITAS

Festival Tlatah Bocah selain digagas untuk kampanye tentang hak anak juga digunakan sebagai upaya membangun solidaritas warga Merapi pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Hal ini dilakukan untuk pembelajaran bahwasanya menguatnya nilai-nilai individu/egosentris seiring dengan globalisasi dapat diantisipasi dengan nilai-nilai gotongroyong/komunal yang telah terbukti mempersatukan masyarakat dalam membangun dusun dan Negara Indonesia. Read more »

BERMUNCULANLAH PAKET-PAKET ITU

Ajakan solidaritas mendukung festival seni tradisi anak-anak Merapi mulai berdatangan.

Mereka me-retwit mention-mention @tlatahbocah serta mengirimkan alamat web kami untuk dikunjungi kawan yang lain.
Selain itu, teman-teman di beberapa kota bersemangat membuka posko solidaritas, ada pula yang langsung mengirim paket berisi pakaian.

Satu diantaranya dari mbak Vivid, orang nomer satu di majalah Aneka Yess. Beliau semenjak dua tahun ini selalu mendukung aktivitas anak-anak Merapi, jauh sebelum erupsi terjadi.

Ada pula mas Matias dari Bandung yang langsung membuka posko di Bandung dan Jakarta begitu tahu ide-ide unik kenapa kami mengumpulkan pakaian layak pakai tersebut.

PAMBUKA

FESTIVAL SENI TRADISI ANAK MERAPI
TLATAH BOCAH #6

Berawal pada tahun 2004, TLATAH BOCAH (bhs Jawa: Area Ramah Anak) beserta komunitas–komunitas di lereng Merapi bermimpi mewujudkan area ramah anak, sebuah ruang fisik dan psikologis yang memberikan kesempatan anak berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat. Jejaring ini menumbuhkembangkan kepekaan anak terhadap realita sosial, alam lingkungan, dan relasi antar manusia yang diwujudkan dalam program kegiatan dimana salah satu media pembelajaran yang dilakukan menggunakan kesenian tradisi yang mengandung nilai–nilai kepedulian, solidaritas, dan keberagaman. Read more »

SEDULUR PAPAT

LIMO PANCER
kakang kawah adi ari-ari

Apakah gerangan itu?
Siapakah sedulur-sedulur kami?

Rabu, 7 Maret 2012, kami (Yoko, Tanto, Mbangbong, dan Gunawan) menggunakan dua motor meluncur menuju penjuru-penjuru…

Pukul 09.00 WIB menuju di Salatiga
perjalanan awal melewati pinggiran Merapi diteruskan liuk lekuk gunung Merbabu

Di Salatiga kami menuju komunitas Tanam untuk Kehidupan,
sebuah kelompok anak muda yang bergerak di bidang pendidikan lingkungan
dan mempunyai kepedulian pada mata air – mata air di seputar Salatiga.
komunitas ini merupakan salah satu pendukung setia festival seni tradisi anak-anak Merapi

Kehangatan kopi dan teh dalam ketulusan menemani perbincangan tentang isu-isu lingkungan
serta keprihatinan kawula muda saat ini yang sangat getol akan kecanggihan teknologi
namun lupa kepandaian nenek moyang yang telah mencapai kejayaan
dengan kehebatan Borobudur dari segala aspek

bersambung…

WAYAH GUMREGAH – Festival Seni Tradisi Anak Merapi

Courtesy of www.KratonPedia.comProsesnya begitu cepat. Tanpa ada rencana, tiba2 aku tertarik bergabung dengan tim untuk berangkat ke Magelang, tepatnya di desa Sengi, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang. Programnya adalah meliput acara Wayah Gumregah, Festival Seni Tradisi Anak Merapi. Well, resiko menjadi ‘orang baru’ di antara kawan-kawan lama adalah: jadi sopir! Read more »